Sidang Tahap 2 Tesis 30 Agustus 2024

Annisa Rizki Amala dari angkatan 2022 dengan judul Tesis “ Signifikansi Arsitektur Terapeutik dan Tingkat Stres Lanjut Usia pada Panti Pelayanan Sosial” diuji oleh Tutin Aryanti, S.T., M.T., Ph.D. dan Dr. Eng. Beta Paramita, S.T., M.T. serta pembimbing Prof. Dr. Mokh. Syaom Barliana, M.Pd., M.T. dan Dr. Diah Cahyani Permana Sari, S.T., M.T., diuji pada Sidang Tahap 2 Tesis Program Studi Arsitektur (S-2) UPI pada tanggal 30 Agustus 2024 secara daring.

Persentase lansia di Indonesia tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 1,27% dari tahun 2022. Badan Pusat Statistik 2019 memperkirakan peningkatan penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2050 sebanyak 25%, data tersebut yang didapatkan Annisa sebagai dasar penulisan tesisnya. Menutur Annisa Angka Harapan Hidup (AHH) yang meningkat menjadi indikasi keberhasilan pembangunan sebuah negara. Peningkatan AHH juga menyebabkan meningkatnya persentase dependecy ratio.

Melalui peningkatan dependency ratio ini, menurut Annisa dapat menjadi tantangan yang serius dalam mewujudkan kesejahteraan lansia sehingga dapat menghambat upaya dalam memberikan layanan kesehatan dan sosial yang memadai. Hipertensi menjadi penyakit kronis yang dimiliki 24,6% lansia di Indonesia. Hipertensi terjadi jika lansia terus menerus merasa stres sebagai gangguan psikologis. Kesehatan psikologis berkaitan erat dengan ruang, sehingga dibutuhkan penerapan arsitektur terapeutik yang merupakan bagian dari healing environment.

Annisa memilih lokasi penelitian yaitu di Panti Pelayanan Lanjut Usia Dewanata berlokasi di Cilacap Jawa Tengah. Berdasarkan permasalahan yang ada, Annisa bertujuan untuk mencari bukti empiris mengenai hubungan arsitektur terhadap tingkat stres lansia.

  Explanatory sequential mixed methode digunakan Annisa dalam penelitian ini. Dari hasil penelitiannya menunjukkan arsitektur terapeutik masuk kategori tinggi dan memiliki hubungan negatif yang tidak signifikan terhadap tingkat stres lansia yang masuk dalam kategori rendah. Tingkat stres yang rendah dapat disebabkan faktor lain seperti pendidikan yang rendah, usia yang sudah tua, dan ekonomi yang rendah.

Posted in Akademik, Berita and tagged .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *