Widad Muhammad Ramdan, mahasiswa angkatan 2024 dengan judul Tesis “Evaluasi Kinerja Fasad Bangunan untuk Meningkatkan Efisiensi Energi dan Kenyamanan Termal di Iklim Tropis Pegunungan: Studi Kasus Manna Hotel, Kabanjahe – Karo, Sumatra Utara” dibimbing oleh Prof. Dr. Eng. Usep Surahman, S.T., M.T. dan Ar. Dr. Eng. Beta Paramita, IAI., GP. dan dibahas oleh Prof. Dr. Mokhamad Syaom Barliana, M.Pd., M.T., Ar. Ir. Ilhamdaniah, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Diah Cahyani Permana Sari, S.T., M.T. pada Seminar Proposal Tesis Program Studi Arsitektur (S-2) pada tanggal 27 November 2025.
Pembahas menilai bahwa setiap poin rumusan masalah yang dikemukakan Widad masih terlihat serupa, baik dari sisi fokus kajian maupun arah analisis. Hal ini membuat struktur penelitian menjadi kurang tajam dan sulit membedakan kontribusi masing-masing rumusan masalah, dikhawatirkan menjadi repetitif dan tidak menunjukkan kontribusi ilmiah yang kuat. Pembahas merekomendasikan revisi rumusan masalah terlebih dahulu sebelum menyusun ulang pembahasan.
Widad dalam tesisnya ini masih banyak menggunakan dasar teori yang digunakan masih berasal dari sumber internet yang tidak terverifikasi, sehingga pembahas memberikan saran penggunaan dasar teori harus merujuk pada publikasi ilmiah seperti jurnal terakreditasi, prosiding konferensi, buku akademik, atau karya ilmiah resmi lainnya.
Penelitian yang akan dilakukan Widad masih belum terlihat pembeda dengan penelitian terdahulu yang sudah ada, pembahas menekankan pentingnya penjelasan mengenai apa yang membedakan tesis ini dari penelitian yang sudah ada, baik dari sisi pendekatan, variabel, metode, objek, maupun temuan yang ingin dicapai, karena dengan adanya state of the art, tujuan penelitian dan rumusan masalah akan lebih terarah karena didasarkan pada celah penelitian yang jelas.
Pembahas merekomendasikan pemetaan ulang mengenai alur motode yang dilakukan Widad sehingga setiap tahap (misalnya: pengumpulan data, analisis, sintesis, perancangan, pengujian) memiliki batasan, tujuan, dan keluaran (output) yang jelas. Kejelasan metode sangat penting untuk memastikan proses perancangan dapat direplikasi dan dipertanggungjawabkan.
Banyak dasar teori membahas desain hotel secara umum yang dituliskan Widad dan belum adanya dasar teori terhadap objek kajian utama, seperti mengenai fasad bangunan, pembahas memberikan masukan harus ada mengenai teori estetika sebagai landasan konseptual, misalnya teori harmoni, proporsi, ritme, keseimbangan, dan prinsip estetika lainnya yang relevan.
