Dalam menghadapi perkuliahan Semester Ganjil 2024/2025, Program Studi Arsitektur mengadakan acara Seminar Nasional dan Pra-Perkuliahan “Perkembangan Infrastuktur Perkotaan” bertempat di Auditorium Lantai 4 Gedung A FPTI UPI pada tanggal 2 September 2024, dihadiri oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan Program Studi Arsitektur dan Program Studi Teknik Sipil, untuk Seminar Nasional diisi oleh Prof. Dr. rer. nat. Imam Buchori, S.T. dan Prof. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit, M.Sc. Eng., IPU., ASEAN Eng.
Prof. Dr. rer. nat. Imam Buchori, S.T., mengungakapkan bahwa beberapa isu yang menjadi dalam hal Perencanaan dan Pebangunan Kota, seperti urbanisasi, perubahan penggunaan lahan, perkembangan teknologi bangunan dan arsitektur, perkembangan teknologi informasi dan Industri 4.0, dan smart city: infrastruktur kota cerdas.
Mengenai urbanisasi ada pengaruhnya juga, karena berpindahnya penduduk daerah perdesaan ke daerah perkotaan akan menyebabkan ketidaknyamanan lingkungan di daerah perkotaan. Terjadinya kota-kota primat (primate cities) yang menyebabkan keterpusatan pembangunan (ketidakmerataan pembangunan) kepadatan penduduk, pepadatan bangunan, faktor lainnya yang berpengaruh yaitu rasio lahan terbangun terhadap luas wilayah, ragam lapangan pekerjaan, dan proporsi penduduk bekerja di sektor non pertanian.
Paradigma baru mengenai urbanisasi yaitu adanya proses perubahan suatu tempat baik secara fisik, sosial dan ekonomi menjadi suatu lingkungan yang disebut kota. Angka urbanisasi adalah jumlah total penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan, dengan semakin tingginya angka urbanisasi semakin maju juga suatu wilayah/Negara.
Terjadinya urbanisasi, disebabkan beberapa faktor, diantaranya adanya pertambahan penduduk yang memicu terjadinya migrasi dari desa ke kota, keinginan untuk meningkatkan taraf hidup mereka, perbedaan tingkat penghidupan (livelihood) antara di kota dan desa, keterbatasan sumberdaya alam, dan keterbatasan akses kepada asset-aset ekonomi.
Smart City menjadi salah satu inovasi untuk mengimbangi adanya urbanisasi, karena dengan adanya smart city akan menciptakan daya saing masyarakat setempat melalui inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kualitas layanan publik menuju lingkungan yang lebih baik, terciptanya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, bisnis, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan inovasi menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas hidup
Contoh dengan adanya Smart City adan mendorong penggunaan angkutan umum kemitraan dengan operator transportasi, partisipasi keuangan dalam langganan, dan pembuatan antar-jemput bisnis untuk beberapa tujuan yang sangat populer. Perangkat lunak pun akan jadi ikut berkembang, seperti untuk manajemen reservasi parkir akan memungkinkan perusahaan untuk membebaskan ruang parkir yang tidak terpakai, tujuannya adalah untuk mendorong karyawan menggunakan alat transportasi lain (sepeda, skuter, bus) untuk meningkatkan kapasitas parkir dan berkontribusi pada lingkungan yang berkelanjutan.