Pada tanggal 5 Maret 2025 diselenggarakan Seminar Proposal Tesis untuk 2 mahasiswa Program Studi Arsitektur (S-2) angkatan 2023 yaitu Joko Prasetiyo dan Rahmat Irfan Dikusuma, kedua mahasiswa ini memiliki topik yang berbeda dalam penelitian tesisnya. Joko Prasetiyo dengan judul tesis “Pengembangan Desain Ruang Sekolah Dasar Luar Biasa Berdasarkan Studi Perilaku Siswa” dan Rahmat Irfan Dikusuma dengan judul Tesis “Pemanfaatan Material Pohon Kelapa dalam Mengembangkan Konsep Desain Bangunan Tradisional Sunda di Pulau Liwungan-Pandeglang, Banten”.
Peranan ruang kelas dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar luar biasa yang berada di kawasan Kalimantan Timur dijadikan dasar pemikiran dari Joko dalam penelitian tesisnya, menurut analisa Joko, sekolah luar biasa memiliki peranan penting dalam mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus mereka secara maksimal, perlunya difasilitasi ruang dan infrastruktur untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai.

Lain hal dengan Rahmat memilih Pulau Liwungan, sebagai lokasi yang dipilih Rahmat dalam penelitian tesisnya, Rahmat akan mengeksplorasi tentang arsitektur vernakular Sunda berdasarkan pemanfaatan batang pohon kelapa yang bisa dijadikan sebagai salah satu material bangunan, sehingga didapatkan bagaimana karakteristik dari batang kelapa, dan bisa dikembangkan menjadi suatu desain villa modern tidak meninggalkan esensi nilai tradisional.

Rahmat menggunakan menggunakan 4 metode dalam pengumpulan datanya, mulai dari pengujian laboratorium, observasi, studi literatur, sampai melakukan wawancara dengan masyarakat setempat. Hasil dari penelitian Rahmat ini, diharapkan bisa menjadi pedoman desain bangunan yang mempunyai nilai estetika, dan unsur lokal, sehingga mampu mendorong pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal.
Penelitian dari Rahmat ini memiliki berbagai implikasi bukan hanya untuk satu bidang arsitektur dan teknik sipil saja yaitu dengan pengaplikasian material untuk pengembangan desain bangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, maupun di bidang pariwisata yang akan mendukung pengembangan pariwisata di Pulau Liwungan, dan diharapkan bisa memberikan inspirasi untuk penulis lainnya.

Untuk Joko akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik behavior centered mapping atau pemetaan terpusat berdasarkan manusia yang dalam hal ini adalah siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar luar biasa. Data dihimpun dengan cara survey, observasi dan wawancara kepada siswa sekolah dasar luar biasa di Provinsi Kalimantan Timur.
Hasil penelitian yang dilakukan Joko, berharap siswa berkebutuhan khusus menadapatkan akses pendidikan yang setara, adil dan sejahtera sesuai kebutuhan dan aktifitasnya. Ruang kelas yang nyaman dan fasilitas yang memadai menjadi peranan penting untuk siswa berkebutuhan khusus dalam mendapatkan pendidikan yang layak.

