Seminar Proposal Tesis 06 Juni 2024

Adhika Bayu Pratyaksa dari angkatan 2023 dengan judul Tesis “Prototipe Arsitektur Sekolah Alam untuk Pendidikan Anak Usia Dini di Balikpapan dengan Pendekatan Arsitektur Vernakular” dibahas oleh Dr. Eng. Beta Paramita, S.T., M.T., dan Ilhamdaniah, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., serta Pembimbing Prof. Dr. Mokh. Syaom Barliana, M.Pd., M.T., dan Dr. Diah Cahyani Permana Sari, S.T., M.T. Dibahas pada Sidang Tesis tahap 1 Program Studi Arsitektur Program Magister UPI pada tanggal 06 Juni 2024.

Adhika memiliki berbagai latar belakang dalam penulisan tesisnya ini untuk menjawab persoalan mengenai bagaimana identitas arsitektur sekolah alam yang ideal dan sesuai untuk konseptor dan para pelakunya. Ruang lingkup yang mejadi dasar pemikiran, yaitu kriteria desain sekolah alam untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis pendekatan vernakular dan merancang prototipe arsitektur sekolah alam untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Balikpapan dengan pendekatan vernakular.

Manfaat yang ingin dihasilkan Adhika antara lain yaitu, memberikan kontribusi bagi pengelola dan pihak yang ingin mendirikan sekolah alam dengan menghadirkan kriteria desain arsitektur sekolah alam jenjang TK yang menggunakan pendekatan vernakular sesuai potensi lokal daerah masing-masing, ingin memberikan referensi bagi peneliti dalam topik arsitektur sekolah alam, arsitektur vernakular, dan arsitektur pendidikan khususnya untuk jenjang TK, dan yang terakhir dapat memberikan kontribusi kepada pengambil kebijakan mengenai standar pengembangan fasilitas pendidikan khususnya pendidikan berkonsep sekolah alam pada tingkat TK.

Adhika menggunakan metode library research dalam menghasilkan prototipe arsitektur sekolah alam tingkat TK di Balikpapan dengan pendekatan vernakuler, karena dari pendekatan vernakuler ini lebih condong pada metode atau cara membangun suatu masyarakat tertentu. Arsitektur vernakular mempunyai kedekatan dengan sustainabilitas. Artinya bangunan yang dibuat lebih ramah lingkungan. Arsitektur vernakular bukanlah karya masa lampau yang hanya layak ranah didokumentasikan saja, melainkan harus bergeser ke arah komparatif serta masuk ke ranah konseptual agar menjadi problem-oriented. Sebagai penelitian kualitatif, Adhika akan menelaah nilai-nilai dan makna yang tidak hanya mewujud dalam bentuk arsitektur (tangible) namun juga hal-hal yang non ragawi (intangible).

Pengumpulan data yang dilalukan Adhika pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi berupa pengumpulan informasi dari data primer dan sekunder dalam menghasilkan prototipe arsitektur sekolah alam tingkat TK dengan pendekatan arsitektur vernakular. Serta dilengkapi dengan berbagai pustaka yang berasal dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, prosiding, penelitian ilmiah berbentuk skripsi, tesis,  dan disertasi, serta berbagai rekaman wawancara  baik langsung maupun  dalam  bentuk Youtube.  Selain itu dilakukan pula observasi lapangan pada beberapa  sekolah alam yang terpilih. Data yang digunakan terbagi menjadi dua jenis sbb.

Untuk lokasi objek penelitian, banyak opsi yang ingin dijadikan sebagai sumber penelitian, namun dalam hal ini Dhika memilih Balikpapan. Dalam radius 100 KM dari Balikpapan terdapat tiga budaya dengan arsitektur vernakular yang dapat diangkat di kajian ini yaitu Kesultanan Paser di sebelah Selatan Balikpapan, Kesultanan Kutai di Tenggarong, serta suku Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang, Samarinda.

Kajian ini membatasi diri pada suku Dayak Kenyah sebagai acuan arsitektur vernakular. Pemilihan ini juga didasari dengan preseden berupa keberadaan rumah dinas di Perumahan Pertamina Balikpapan yang mengambil unsur vernakular dari rumah lamin Dayak. Rumah yang dikenal dengan Rumah Dahor ini dilestarikan sebagai bangunan cagar budaya, memiliki karakter massa linier memanjang, berbentuk panggung, serta atap dari sirap ulin.

Berdasarkan analisis tersebut, walaupun terdapat beberapa faktor kesamaan karakter arsitektur ketiga kebudayaan tersebut seperti bangunan yang berbentuk panggung, berbahan kayu serta beratap sirap kayu, dipilihlah bangunan Dayak Kenyah di Pampang karena lebih memiliki kedekatan fungsi dengan bangunan pendidikan.

Posted in Berita and tagged , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *