Sidang Tahap 2 Tesis 29 Juli 2024

Putri Yastine Nurlestya dari angkatan 2021 dengan judul Tesis “Desain Rusun Mahasiswa Berbasis Evaluasi Pasca Huni dengan Menggunakan Pendekatan Perilaku”, dengan penguji Prof. Dr. Ir. Asep Yudi Permana, S.Pd., M.Des. dan Dr. Diah Cahyani Permana Sari, S.T., M.T. serta Pembimbing Tutin Aryanti, S.T., M.T., Ph.D. dan Dr. Ir. Nuryanto, S.Pd., M.T. Dibahas pada Sidang Tesis Tahap 2 Program Studi Arsitektur Program Magister UPI pada tanggal 29 Juli 2024.

“Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 9 Tahun 2008 tentang bantuan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) pada Lembaga Pendidikan Tinggi /Lembaga Pendidikan Berasrama menyatakan bahwa mahasiswa mendapatkan bantuan pendidikan berupa pembangunan fisik Rumah Susun Sewa Sederhana untuk mahasiswa yang telah ada dan dibiayai oleh APBN” itulah menjadi dasar Putri dalam penulisan tesis ini.

Perguruan Tinggi STAIPI Bandung yang terletak di Provinsi Jawa Barat telah memperoleh hibah bangunan rusun mahasiswa berjumlah 1 (satu) massa bangunan/1 (satu) tower, untuk saat ini rusun mahasiswa tersebut digunakan oleh mahasiswa putra dan putri, lokasi ini yang dijadikan objek penelitian Tesis dari Putri.

Putri memiliki tujuan dalam penelitiannya ini untuk mengevaluasi bangunan pasca huni pada aspek perilaku adaptabilitas, dan privasi. Selanjutnya memberikan usulan desain layout prototype hasil dari evaluasi pasca huni rusun mahasiswa. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara melakukan observasi langsung di lapangan, juga menggunakan metode wawancara terstruktur terhadap pengguna rusun mahasiswa.

Hasil dari penelitian menunjukkan ketidaksesuain desain dan program ruang dengan kebutuhan pengguna. Hasil evaluasi pasca huni dari aspek perilaku adaptabilitas (adaptation by adjustement) yaitu perlu adanya panggung di area aula yang posisinya tidak menghalang akses masuk, perlu adanya gudang, perlu dibuatnya ventilasi pecahayaan dan udara pada pantry, perlu adanya area privasi untuk pengurus dan pengelola. Pada adaptation by reaction yaitu pada area jemur didesain tertutup.

Hasil evaluasi pasca huni dari aspek perilaku atribut privasi dari segi solitude, seclusion, intimacy, anonymity, reserve, not neighboring bahwa perlu adanya pembagian kategori unit hunian. Dari hasil observasi menghasilkan bahwa pembagian kategori 1, 2, dan 3. Kategori 1 diperuntukkan untuk 1 orang penghuni, kategori 2 diperuntukkan untuk 2 orang penghuni, dan kategori 3 diperuntukkan untuk lebih dari 3 orang.

 

Posted in Berita and tagged .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *