Sidang Tahap 1 Tesis 5 Agustus 2024

Annisa Rizki Amala dari angkatan 2022 dengan judul Tesis “Arsitektur Terapeutik Dan Tingkat Stres Lanjut Usia Pada Panti Pelayanan Sosial”, dengan pembimbing Tutin Aryanti, S.T., M.T., Ph.D. dan Dr. Ir. Nuryanto, S.Pd., M.T., dan diuji oleh Prof. Dr. Ir. Asep Yudi Permana, S.Pd., M.Des dan Dr. Diah Cahyani Permana Sari, S.T., M.T. pada Sidang Tesis Tahap 1 Program Studi Arsitektur Program Magister UPI pada tanggal 5 Agustus 2024.

Annisa memiliki pandangan terhadap urgensi dari isu kelanjutusiaan harus dapat ditangani sejak dini melihat adanya potensi masalah yang lebih besar nantinya. Adanya riset dan desain baru yang inovatif baik layanan, produk, dan lingkungan yang didesain ramah lansia dapat membantu mengurangi tanggungan beban masyarakat dalam mengelola dan merawat kehidupan lansia. Melihat masih sedikit kajian yang memiliki bahasan tentang pengaruh arsitektur terapeutik terhadap tingkat stres lansia khususnya di panti tresna werdha.

Annisa memilih Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) “Dewanata” sebagai objek penelitian, dikarenakan lokasi ini menjadi satu-satunya panti lansia di Kabupaten Cilacap dengan proyeksi lansia terbanyak di Jawa Tengah.

Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata didalamnya terdapat beberapa wisma yang digunakan untuk tempat tinggal para lansia. Total wisma yang ada yaitu 8 wisma dengan pembagian 2 sebagai ruang perawatan khusus, 4 asrama lansia putri, dan 2 asrama lansia putera. Penelitian ini juga memiliki harapan supaya dapat membantu memberikan pengembangan panti dari sudut pandang arsitektur untuk kesehatan para lansia penghuni panti. Lansia yang terdapat di PPSLU Dewanata ini memiliki sebutan mbah putri untuk lansia perempuan dan mbah kakung untuk lansia laki-laki.

Berdasarkan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, Annisa menemukan beberapa temuan, diantaranya:

  1. Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata sudah menerapkan 4 komponen healing architecture therapeutic meskipun pada komponen social valorization terdapat bagian yang perlu diperbaiki yaitu saluran drainase yang terbuka dan perbedaan elevasi yang kurang jelas;
  2. Analisis data menunjukkan bahwa arsitektur terapeutik masuk kategori tinggi dan tingkat stres lansia masuk kategori rendah.

Posted in Berita and tagged , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *