Seminar Proposal Tesis 25 Juli 2024

Dzulfajrie dari angkatan 2023 dengan judul Tesis “Penerapan Nilai-Nilai Arsitektur Kontekstual Sebagai Prinsip Dasar Revitalisasi Kawasan Bersejarah di Kota Samarinda” dibahas oleh Ir. Ilhamdaniah, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D.,  dan Dr. Sri Handayani, M.Pd. serta Pembimbing Prof. Dr. Ir. Asep Yudi Permana, S.Pd., M.Des., dan Dr. Ir. Nuryanto, S.Pd., M.T. Dibahas pada Seminar Proposal Tesis Program Studi Arsitektur (S-2) UPI pada tanggal 25 Juli 2024 secara daring.

Dalam penelitian tesis yang dilakaukan Dzulfajrie mempunyai tujuan dalam mengidentifikasi karakteristik umum dan karakteristik khusus yang ditemukan pada kawasan bersejarah di koridor jalan Pangeran Bendahara, kota Samarinda, menjelaskan bagaimana penerapan nilai-nilai arsitektur kontekstual sebagai prinsip dasar revitalisasi kawasan bersejarah di koridor jalan Pangeran Bendahara, kota Samarinda dan merancang desain revitalisasi kawasan bersejarah di koridor jalan Pangeran Bendahara, kota Samarinda yang dapat dijadikan model bagi kawasan sejenis lainnya.

Dzulfajrie mengungkapkan dampak yang diharapkan dari penelitian ini, dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Berguna bagi komunitas lokal, pengelola warisan budaya, dan pembuat kebijakan dalam merancang program dan kebijakan yang mendukung pelestarian nilai-nilai historis kawasan;
  2. Menjadi sebuah panduan yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah, arsitek, dan perencana kota dalam merancang dan mengimplementasikan proyek revitalisasi yang menjaga nilai-nilai historis dan budaya; dan
  3. Dapat dijadikan model bagi kawasan sejenis lainnya serta memberikan contoh konkret yang dapat diterapkan di berbagai kawasan bersejarah di kota Samarinda maupun kota-kota lain.

Metode penelitian yang diaplikasikan Dzulfajrie menggunalan deskriptif kualitatif melalui pendekatan survei untuk mengetahui permasalahan yang terjadi melalui subjek penelitian dengan cara mengumpulkan informasi dan menggali lebih dalam secara detail. Informasi lalu dikumpulkan, direduksi, disajikan datanya, dan diberikan kesimpulan awal serta metode kualitatif meliputi pada data teks maupun gambar, menggunakan langkah-langkah yang kreatif dalam analisis data, dan dengan penggunaan desain penelitian yang beragam.

Dalam penelitian ini, Seto memilih lokasi yang berada di Jl. Siliwangi Kota Cirebon. Lokasi yang terletak di jantung Kota Cirebon, menawarkan kemudahan akses ke berbagai destinasi wisata, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum. Wisatawan dapat dengan mudah menjangkau berbagai tempat menarik di Cirebon tanpa perlu melakukan perjalanan jauh, meningkatkan kenyamanan dan pengalaman mereka selama menginap.

Kawasan bersejarah kota, berlokasi di koridor jalan Pangeran Bendahara, kecamatan Samarinda Seberang, kota Samarinda, dijadikan sebagai lokasi penelitian untuk Dzulfajrie. Lokasi penelitian ini secara geografis berada pada 117° 9’1.38″E dan 0°30’47.56″S. Dipilihnya lokasi ini dilatar belakangi oleh daya tarik akan sejarahnya, dan perkembangan urban dan dinamika pembangunan banyak terjadi disana sehingga diperlukan strategi dengan memperhatikan pelestarian beberapa objek bersejarah yang sudah ada. Pada konteks sekarang terdapat beberapa masalah berkaitan dengan penataan kawasan yang berkembang tanpa ada rencana umum dan panduan desain yang baik, sehingga dalam penelitian ini lokasi yang diusulkan memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan dalam pembangunan kedepannya.

Posted in Akademik, Berita and tagged .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *