Edward Shobari dari angkatan 2022 dengan judul Tesis “Prototipe Sekolah Aman dan Inklusif dengan Pendekatan Psikologi Arsitektur”, dengan pembahas Prof. Dr. Asep Yudi Permana, S.Pd., M.Des. dan Tutin Aryanti, S.T., M.T., Ph.D. serta Pembimbing , Dr. Lilis Widaningsih, S.Pd., M.T. dan Ilhamdaniah, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., Dibahas pada Seminar Proposal Tesis Program Studi Arsitektur Program Magister UPI pada tanggal 26 Maret 2024.

Edward memiliki beberapa faktor krusial yang perlu diperhatikan dalam penelitiannya. Pertama, penelitian ini salah satu upaya untuk mengurangi resiko keselamatan dan keamanan fisik maupun non fisik para penghuni, terutama dalam menghadapi risiko bencana seperti gempa bumi dan kebakaran. Kedua, berupaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif mengingat lingkungan pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi hingga hasil belajar atau prestasi siswa. Dan yang terakhir, penelitian ini mendukung kewajiban pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Oleh karena itu, Edward memiliki kerangka dasar dalam penelitiannya, dengan harapan ingin memastikan bahwa siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung, sehingga dapat mencapai potensi belajar mereka secara optimal. Selain itu, Edward ingin memberikan rekomendasi desain sekolah kepada pemerintah agar dapat diterapkan secara luas. Dengan demikian, tidak hanya memberikan manfaat lokal tetapi juga akan memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia.

Edward melakukan penelitian berdasarkan judul yang di ambil dengan memiliki tujuan:
- Merancang bangunan sekolah yang mengurasi resiko bencana alam seperti gempa bumi dan kebakaran;
- Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman secara fisik maupun psikologis bagi seluruh penghuni sekolah;
- Membuat desain prototipe yang sesuai dengan kebutuhan Sekolah Dasar Negeri, dan tetap memperhatikan regulasi dan standar yang berlaku;
- Menyediakan prototipe sebagai model atau rujukan bagi pemerintah Kota Bandung dalam mengembangkan sekolah-sekolah aman, serta memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keselamatan siswa dan penghuni lainya.

Penelitian prototipe sekolah aman yang di gagas oleh Edward ingin memberikan manfaat bagi berbagai pihak, antara lain:
- Peningkatan Kesadaran: Penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan fisik dan psikologis dalam lingkungan pendidikan. Hal ini dapat mendorong pihak terkait, baik publik maupun swasta, untuk lebih memperhatikan berbagai aspek dalam pembangunan infrastruktur sekolah di masa depan;
- Rujukan Desain: Prototipe tersebut dapat menjadi rujukan desain untuk pengembangan dan peningkatan infrastruktur sekolah di masa depan. Ini memungkinkan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, untuk mempertimbangkan standar keamanan dan kenyamanan yang lebih tinggi dalam perencanaan pembangunan bangunan baru;
- Penelitian Lanjutan: Temuan dari penelitian prototipe ini dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam mengidentifikasi strategi dan inovasi baru dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Metode Kanonik, merupakan salah satu metode perancangan Arsitektur, dan Edward memilih metode ini, karena Desain Kanonik mencerminkan pendekatan desain yang mengikuti aturan, norma, atau standar yang sudah ada dan cenderung tidak fleksibel. Ini menciptakan suatu kerangka kerja atau prinsip-prinsip yang dianggap sebagai acuan atau pedoman dalam proses desain. Pedoman utamanya ialah Vitruvius, yang mengutamakan fungsi (utilitas) kekuatan (firmitas), dan estetika (venustas).

