Seminar Proposal Tesis 20 Maret 2024

Program Studi Arsitektur Program Magister UPI menyelenggarakan Seminar Proposal Tesis pada tanggal 20 Maret 2024 secara daring. Pada seminar ini yang berpartisipasi adalah saudara Yudha Ariep Muhamad dari angkatan 2022 dengan judul “Perancangan Kawasan Sekolah Menegah Analisis Kimia Bogor dengan Pendekatan Responsif Gender”, dengan pembahas Prof. Dr. Mokh. Syaom Barliana, M.Pd., M.T. dan Ilhamdaniah, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., serta Pembimbing Tutin Aryanti, S.T., M.T., Ph.D. dan  Dr. Eng. Usep Surahman, S.T., M.T.
Yudha memiliki gagasan dasar yang di latar belakangi mengenai:

  1. Penelitian mengenai pendidikan yang responsif terhadap Genderkarena hal ini sangat penting dalam upaya pembangunan;
  2. Pendidikan harus mampu memberikan kesetaraan dan kesadaran gender bagi perempuan dan laki–laki dalam akses, partisipasi, peran, keamanan, kenyamanan dan manfaat yang sama;
  3. Ketidaksetaraan dalam pendidikan akan berdampak pada ketidaksetaraan pada hal lainnya seperti akses pekerjaan, jabatan, peran di masyarakat, sampai pada masalah menyuarakan pendapat. Sehingga dengan ketidaksetaraan akan ada dampak yang merugikan salah satu jenis kelamin dan berdampak pada kemunduran kehidupan.

Salah satu aspek yang mendukung penelitian Yudha mengenai Responsif gender adalah lingkungan fisik. Aspek lingkungan fisik dapat mengembangkan bangunan, sarana belajar, peralatan dan perlengkapan belajar yang merespon perbedaan kebutuhan perempuan dan laki –laki dengan fasilitas yang mendukung responsif gender tersebut dapat memberikan ruang untuk pemenuhan hak perempuan dan laki–laki dalam akses, partisipasi, kontrol, keamanan, kenyamanan dan manfaat yang sama tanpa hambatan.

Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh Yudha ini adalah untuk menghasilkan kriteria rancangan kawasan Sekolah Menengah Analisis Kimia Bogor yang menerapkan responsif gender terhadap siswa-siswi dan pengguna lainnya. Serta manfaat yang diharapkan dari penelitian Yudha adalah:

1)Memberikan fasilitas pendidikan yang memberikan kesesuaian dengan kebutuhan pengguna sekolah, memberikan kesempatan ruang untuk berkembang memberikan kemandirian dan tanpa hambatan bagi siswa siswi dan guru sebagai pengguna sekolah. dalam meningkatkan kesetaraan dan kesadaran gender;

2)Memberikan acuan atau kriteria dalam merancang sebuah sekolah yang responsif terhadap gender;
3)Memberikan tambahan keilmuan dan referensi penelitian mengenai perancangan sekolah dengan pendekatan responsif gender di masa depan.

Yudha melakukan penelitian ini untuk diimplementasikan kedalam perencanaan sebuah sekolah tepatnya mengenai Perencanaan Kawasan SMAK Bogor, yang berlokasi di Kelurahan Cibuluh dan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. SMAK Bogor sendiri memiliki jumlah siswa sebanyak 34 Orang x 9 Kelas x 4 Angkatan = 1.224 Orang. Rencana pengembangan menjadi 40 kelas dengan fasilitas Laboratorium dan penunjang lainnya.

Tahapan–tahapan yang dilakukan Yudha dalam proses Perancangan Sekolah Responsif Gender, diantaranya :

1) Melihat apa yang akan dikaji terlebih dahulu;

2) Melihat isu permasalahan yang terjadi pada Sekolah dan lokasi perancangan;

3) Rumusan masalah dan batasan masalah dengan pendekatan responsive gender;

4) Menentukan tujuan untuk memperjelas dari produk yang akan dihasilkan dari kajian penelitian;

5) Melakukan studi teoritis atau pustaka;

6) Sampling data lapangan berupa data lokasi, data kuisioner, wawancanra dan data sekunder lapangan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi;

7) Analisis pendekatan responsif gender terhadap desain, sehingga didapatkan kesimpulan sebuah perancangan sekolah dengan pendekatan responsif gender

Posted in Berita and tagged , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *