Sidang Tahap 1 18 Maret 2024

Putri Yastine Nurlestya mahasiswa Program Studi Magister Arsitektur angkatan 2021 telah menyusun Tesisnya dengan judul “Desain Rusun Mahasiswa Berbasis Evaluasi Pasca Huni dengan Menggunakan Pendekatan Perilaku”, dengan pembimbing Tutin Aryanti, S.T., M.T., Ph.D. dan Dr. Ir. Nuryanto, S.Pd., M.T, dan dibahas oleh Prof. Dr. Asep Yudi Permana, S.Pd., M.Des. dan Dr. Diah Cahyani Permana Sari, S.T., M.T. Dibahas pada Sidang Tesis Tahap 1 Program Studi Arsitektur Program Magister UPI pada tanggal 18 Maret 2024.

Putri melakukan penelitian di Rusun Mahasiswa STAIPI Bandung, rusun mahasiswa ini berada di tanah milik kampus STAIPI Bandung, yang letaknya berdekatan dengan kampus STAIPI Bandung. Posisi lahan rusun mahasiswa ini berada di belakang gedung kampus yang  berlokasi di Jl. Ciganitri No.2, Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kota Bandung. Bangunan ini hanya 1 (satu) massa bangunan/ 1 (satu) tower, memiliki 43 unit hunian, berjumlah 3 lantai pada bangunannya. Luas tanah yang akan dibangun rusun mahasiswa adalah 3.695 meter persegi. Sistem kepemilikan dari unit hunian ini adalah sistem sewa, yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Persis (STAIPI) Bandung.

Putri  memilihi lokasi penelitian ini dengan pertimbangan:

(1) Bangunan rusun mahasiswa pemberian dari PUPR yang berjumlah 1 (satu) massa bangunan pada kampus STAIPI telah dipakai oleh mahasiswa putra dan putri;

(2) Penggunaan unit hunian belum sesuai dengan kebutuhan pengguna;

(3) Program ruang bangunan rusun mahasiswa belum sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Dengan melihat ketiga perimbangan tersebut, Putri tertarik untuk melakukan Evaluasi Pasca Huni dengan teknik lain yang mempelajari, menganalisis, serta mengevaluasi menggunakan metode pendekatan perilaku. Adanya metode yang digunakan dapat menganalisis permasalahan terhadap variabel aspek kenyamanan (comfort), privasi (privacy), dan adaptabilitas (adaptability). Dari ketiga aspek ini berkaitan dengan perilaku sehari-hari mahasiswa putra dan putri yang tinggal dalam satu bangunan. Asrama pada umumnya, bangunan antara mahasiswa putra dan putri itu dibuat terpisah, jadi antara mahasiswa putra dan putri mempunyai area privasi mereka masing-masing.

Dari fakta di lapangan perlu dilakukan penelitian dari segi aspek:

(1) Kenyaman (comfort), melihat sudut pandang mengenai kenyamanan mahasiswa dengan penggabungan tempat tinggal antara mahasiswa putra dan putri;

(2) Privasi (privacy), melihat dari segi fasilitas rusun mahasiswa, apakah sudah memenuhi kebutuhan dalam segi privasi;

(3) Adaptabilitas (adaptability), tentang bagaimana mahasiswa putra dan putri beradaptasi tinggal dalam satu bangunan yang ditempati oleh dua gender.

Melihat fakta-fakta di lapangan,  diperlukan adanya ukuran, perhitungan, serta simulasi melalui observasi lapangan dan melakukan penelitian pada suatu periode tertentu di bangunan Rusun Mahasiswa STAIPI Bandung. Diharapkan bisa menjadi usulan dalam upaya perbaikan rancangan terkait Rusun Mahasiswa yang telah digunakan sebagai tempat tinggal.

Keluaran desain yang dihasilkan dari evaluasi pasca huni ini adalah layout rusun mahasiswa prototype. Layout prototype ini adalah desain yang dijadikan acuan oleh PUPR untuk membangun rusun mahasiswa bagi perguruan tinggi negeri/swasta sebagai hibah bangunan yang telah diajukan oleh pihak perguruan tinggi. Desain layout prototype ini dibuat berdasarkan evaluasi pasca huni yang mengacu pada aspek perilaku kenyamanan, adaptabilitas dan privasi.

Metode penelitian desain ini menggunakan metode pendekatan arsitektur perilaku. Metode pendekatan arsitektur perilaku ini dipakai untuk evaluasi pasca huni pada desain rusun mahasiswa STAIPI Bandung dan hasil dari evaluasi pasca huni ini akan menghasilkan desain. Langkah untuk proses penelitian yaitu dengan menggunakan teknik behavioral mapping yang dimana di dalam Teknik penelitian tersebut terdapat beberapa faktor yang perlu dikembangkan seperti place centered mapping, person centered mapping, dan physical trace.

Putri menemukan hasil penelitian dari evaluasi pasca huni pada kualitas udara menghasilkan, bahwa luas ruangan pengelola perlu dibuat lebih luas lagi karena kondisi eksisting ruang pengelola terdapat banyak furniture seperti 3 meja kerja, lemari arsip, meja sofa tamu, sehingga membuat sirkulasi di ruang pengelola kurang.

Putri mempunyai konsep desain terkait pencahayaan pada ruang pengelola bangunan eksisting dari hasil observasi yaitu menghasilkan “tidak sesuai/terlalu cerah” karena jumlah luas jendela pada ruang pengelola ukurannya tidak sesuai dengan ukuran luas ruangan pengelola. Pada layout desain baru telah dirancang ruang pengelola dengan kapasitas pencahayaan yang telah dirancang sesuai kebutuhan, Posisi ruang pengelola tetap berada pada area pintu masuk utama bangunan dengan jendela menghadap kearah luar bangunan. Luas ruang pengelola pada desain layout baru adalah 30,37 m2. Luas jendela pada ruang pengelola pada desain layout baru adalah 5 meter dengan jumlah jendela 2 unit. Luas jendela pada ruang pengelola ini menyesuaikan dari luas ruangan mengacu pada perhitungan pencahayaan sesuai SNI 03-6197-2000.

Dari ketiga aspek yang diteliti Putri, menghasilkan rekomendasi mengenai penambahan ruang pengurus karena tidak adanya ruang pengurus di rusun mahasiswa. Kenyaman visual pada bangunan rusun mahasiswa terkendala di ventilasi pencahayaan di ruang pengelola yang tidak sesuai dengan luas ruangannya. Kemudian ventilasi pencahayaan yang tidak sesuai pada ruangan lainnya yaitu pada ruang serbaguna, ruang bersama dan pantry.

Dari segi adaptation by reaction yaitu pada area jemur unit hunian perlu didesain tidak untuk terlihat oleh publik, karena kondisi eksisting pada area jemur berada di balkon fasade bangunan. Dari permasalahan yang ada berdasarkan atribut adaptabilitas, bahwa pada desain layout protoype terbaru telah diterapkan solusi dari permasalahan yang ada.

Dari segi solitude, seclusion, intimacy, anonymity, reserve, not neighboring bahwa perlu adanya pembagian kategori unit hunian. Dari hasil observasi menghasilkan bahwa pembagian kategori 1, 2, dan 3. Kategori 1 diperuntukkan untuk 1 orang penghuni, kategori 2 diperuntukkan untuk 2 orang penghuni, dan kategori 3 diperuntukkan untuk lebih dari 3 orang.

 

Posted in Berita and tagged .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *